Muhammad Kevin Ardhiwilaga
Jumat, 29 Mei 2020
COVID-19 Dengan Segala Tragedi "Lucu"-nya #DiRumahAja #StayHome
COVID-19, sudah sekitar tiga bulan physical distancing dilakukan, setidaknya bagi yang masih berfungsi otak dan nuraninya, saat saya mengetik blog ini. Wabah yang diharapkan hilang sebelum bulan suci Ramadhan tiba ternyata masih ada saja, bahkan di Indonesia makin besar pertumbuhannya, sudah sama-sama tahu lah karena apa (yang masih jawab gara-gara Cina awas aja). PSBB yang harusnya sudah berhenti secara resmi di tanggal 4 Juni 2020 diperpanjang di berbagai daerah yang tingkat pertumbuhan kasusnya masih cukup tak terkendali. Mungkin pemerintah Indonesia harus panggil Katara dari TV series Avatar: The Legend of Aang biar bisa di-bloodbending se-Indonesia, dicabut noh virusnya ama Katara.
Yaa asal jangan pas udah dicabut, jangan ditaro di laut virusnya. Kasian turis-turis Bali kalo gitu caranya.
Prinsip saat berkecimpung di bidang baru masih sama di benak saya, jadi diri sendiri aja. Sama seperti di blog ini, dimana mungkin ketikan saya ada yang tidak berkenan di hati, saya mohon maaf terlebih dahulu...
...TAPI MEMANG KELAKUAN WARGA DUNIA NGESELIN SIH.
Eh tapi gini, saya masih heran tentang mall. Kenapa di tengah imbauan PSBB mereka buka? Mungkin pertanyaan yang terdengar bodoh jika ditanyakan ke yang ngerti manajemen mall atau apalah, tapi seriusan saya ga ngerti, kenapa. Mungkin ada yang memiliki keheranan yang sama, tolong tanyain lahh, atau kalo ada yang ngerti bisa langsung komentar di bawah (emang bisa? lupa gua) atau di media sosial saya. Karena kalau saya sendiri sihh sebenernya bisa "tahan godaan" kalo mall dibuka, kalo bioskop dibuka, apalagi kalo kampus dibuka (ups). Saya mah males proses perawatannya kalo amit-amit kena, TAPI MENGAPA ADA MANUSIA BERJUBEL SEGITU BANYAK HEY??!!
Pada heran ga sih, gua herannya lebih ke arah "Anda-anda lupa sekarang sedunia ada apa, oe? Emang anda-anda kira kalo kena coronavirus pengobatannya semudah cabut gigi di dokter gigi? Mereka kalo ngaku kurang info, ke mall itu udah bisa diasumsikan ekonomi menengah, masa ga punya smartphone? Ga baca berita di Google?" Atau TV lah minimal, kalo masih ada yang pake.
Karena ketidaktahuan saya ini, saya berasumsi mungkin mall dibuka khusus yang bener-bener butuh aja. Masalahnya, kalau pun iya mau beli baju lebaran, takut ga pas atau gimana-gimana kalau beli online, ya masa sepenting itu baju lebaran untuk saat-saat ini? Atau, merayakan tutupnya sebuah restoran makanan cepat saji yang legendaris itu dengan langsung mendatanginya, anda pikir cuma anda yang punya kenangan sama tempat itu ya. Orang lain juga, tapi mereka harus menahan diri agar ga nyebarin virus. Sekarang saya tanya, kenapa memori anda lebih penting dari pandemi? Harus banget ya melampiaskan ego sendiri dengan berkumpul di saat kaya gini? Ide ini telat sih disampaikannya, tapi buat kejadian serupa, saya saranin aja karyawannya livestreaming hari terakhir kerja, atau dari pihak restoran membuat sebuah video kenangan yang di-upload di YouTube dan aplikasi sejenis. Kan mendingan gitu daripada harus kumpul-kumpul kaya gitu. Udah sesek, ga tau lagi siapa aja yang positif di kerumunan itu, ngeri.
Anjay udah separagraf itu.
Tahu ga sih pengaruh dari kejadian ini apa? Beberapa oknum dari agama tertentu (terutama yang itu tuh) mengambil kejadian-kejadian ini dan...yaa semoga aja bukan kalimat provokasi, mendesak tempat ibadahnya untuk dibuka karena melihat mall dan restoran dibuka dan banyak yang kesana, tapi tempat ibadah agamanya sepi.
MAKANYA DIEM DI RUMAH. PSBB BUKAN BUAT PEMERINTAH, SUMPAH.
Pemerintah, tenaga medis, dan yang wajib masuk kerja aja, apa susahnya diem di rumah sih? Orang biasanya aja mageran :(
Malah gua lihat jadi banyak yang makin kreatif dengan di rumah aja, walaupun kreatifnya sebatas upload di TikTok tapi seenggaknya diem di rumah gitu. Atau bikin teori konspirasi, selama itu bersifat hiburan dan tidak persuasif (kaya si itu tuh).
Tapi ya beginilah saya, marah-marah tanpa solusi. Saya hanya bisa memberikan solusi untuk anak-anak muda saja, dengan saya tetap sadari bahwa yang benar-benar merasakan akibat atau impact dari pandemi ini, selain pemerintah karena disalahin mulu, adalah akademisi, pelajar, orang-orang dewasa yang sudah memiliki pekerjaan (terutama yang bekerja di luar/outdoor), atau orang dewasa yang kehilangan pekerjaannya karena pandemi. Saran yang saya berikan ke mereka tidak bisa lebih dari ini:
Pakai masker dan bawa hand-sanitizer apabila terpaksa bekerja.
Terjunlah ke dunia ekonomi kreatif. Zaman sekarang dan situasi sekarang sangat penting memahami internet.
Belajar membedakan mana berita asli dan palsu (saya tahu akan sangat berat untuk ibu-ibu pengguna WhatsApp). Saya sarankan follow/ikuti akun jabarsaberhoaks di Instagram, laporkan berita yang berpotensi hoaks melalui hotline yang disediakan mereka.
Udahan ah. Semoga Allah bersama kita. Aamiin.
Sabtu, 15 Juli 2017
ENE - LBJ
I'm online...again. Tepatnya waktu menulis ini saya lagi di Kota Ende, Nusa Tenggara Timur (liburan kesini enak banget btw...). Mungkin saya udah nge-post tentang Ende sebelumnya, atau mungkin terselip bahasan tentang kota itu di post saya sebelumnya. Namun saya akan membahas lagi, namun dengan tema yang sedikit beda.
Pertama, yang mau saya bahas tentang Ende adalah ini kunjungan yang sudah mainstream bagi saya, karena tahun lalu saya kesini dan bahkan saat kelas 1 SD pun saya pernah sempat belajar disini. Setahun aja, tapi udah cukup mengukir memori, salah satunya adalah tentang dulu saya belajar bersepeda untuk pertama kali. Jatuh tujuh kali, satu kali nabrak tembok dan beberapa kali kepeleset di pasir...such precious moments. Saya inget gimana dulu ketika saya punya PS2 sepanjang masa SD, dan sejak SMP udah gak bisa dipakai lagi gara-gara kegigit tikus kabelnya. Awesome rat.
Yang bikin saya selalu takjub sama NTT, khususnya Kabupaten Ende sendiri adalah yass, nature destinations-nya yang "World-Class" banget nget nget. Ada Kecamatan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat dengan Pulau Komodo, Rinca, dan Padar. Ada Riung di Kabupaten Ngada dengan Wisata 17 Pulaunya. Ada Ende dengan Danau Kelimutu. Dan itu baru di Pulau Flores saja, belum di dua pulau besar di NTT lain: Timor dan Sumba.
Danau Kelimutu...sudah pernah di tahun sebelumnya. Jadi aku dan keluarga memutuskan untuk "keluar" sedikit dan yaa, mejelajahi sebagian wisata di Pulau Flores. Just for a few weeks, at least.
First day of exploring, my family and I went to a vacation site called "17 Islands" in Riung, Ngada. Sebelumnya, mendengar namanya saja aku sudah bisa... setidaknya sedikit menggambarkan seperti apa wisatanya, and I was right: tempatnya similar seperti Raja Ampat di Papua sana (hope I can go there with my future wife~). Bedanya, pulau-pulau di Wisata 17 Pulau ini menonjolkan keindahan pantai-pantainya, bukan bentuk-bentuk apik dari pulau-pulau itu sendiri seperti di Raja Ampat. But they still look beautiful, though. Seperti selayaknya orang, ya tentu aku ambil gambar. Some of those beautiful landscapes.
Aku pribadi suka banget sama perjalanan wisata air dan udara....darat juga (semuanya dong?-_-). Ketika orang pengen cepet-cepet sampai tujuannya, saya malah menikmati perjalanan airnya (di perjalanan darat tidur soalnya). Tapi efek samping tentu ada. Setelah turun dari perahu, beberapa hari kemudian masih kerasa diombang-ambing ombak lautan...dan tetep aja pengen lagi dan lagi. Dasar. Cuma basah-basahan sebatas kaki di pantai di salah satu pulau di 17 Pulau sana. Dan dari Riung, perjalanan dilanjutkan dengan mobil ke Soa, atau lebih spesifik lagi ke Wisata Air Panas Mengeruda. Sedikit flashback, ini adalah tempat favorit saya dulu ketika masih bersekolah di Bajawa, Ngada, berhubung tempatnya dekat dan dulu memang suka sama air panas ketimbang air dingin.
Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat di YouTube VTG Indonesia setelah artikel ini di-update lagi (PROMOSI LU, KAMVING).
Udah gitu, next desination-nya adalah Pantai Nangapanda, yang agak jauhnya. Disini ada bagian pantai yang unik, yaitu ada ayunannya.
Yaa, seperti biasa, saya suka tempatnya. Disini awal aku jadi suka stone skipping (kalo gak tau itu apa, Google aja sendiri). Lalu yang bikin fotografer sedikit puas adalah, tempatnya yang gak terlalu crowded dan bikin punya banyak angle sebagai referensi fotografi mereka..,or at least that's what I said.
Next, we was off to Labuan Bajo: ketemu komodo dan foto di Pulau Padar. Dan yang mungkin membuat saya sangat lelah disini adalah karena ketika sampai pagi harinya, aku dan keluarga langsung ke pulau-pulaunya. Walaupun capek di akhirnya, enjoy mah tetep. Let's go!
Pulau pertama yang disinggahi adalah Pulau Rinca: pulau yang memiliki spesies komodo terbanyak di NTT. Gak salah lagi, bakalan lihat komodo tentunya. Dan demi Tuhan, melihat komodo secara langsung akan super duper lebih berbeda dengan melihatnya di TV, internet, atau buku, Sangat jauh berbeda. Untung ditemeni pawang, kalo berjalan sendiri tanpa tahu akibatnya, bisa habis tuh turis-turis disana. Karena seperti yang diketahui, komodo tidak boleh disentuh karena kulitnya mempunyai semacam...yaa zat yang apabila disentuh, bisa meracuni badan kalo gak salah.
Oke hampir lupa nulis. Waktu aku dan keluarga kesana, bertepatan sama musim kawin komodo ternyata (......), jadi seperti yang dikatakan pawang, susah banget ketemu komodonya. Ya iyalah, lagi kawin-_-
After that, naik kapal lagi menuju Pulau Kanawa, melihat pantai berpasir pink sementara waktu, foto lagi (dan lagi) di puncak pulaunya. Hanya sesaat. Udah gitu, naik kapal dan berangkat lagi menuju Pulau Komodo. Berfoto lagi dengan komodo, dan ada kejadian yang mungkin gak akan dilupakan sama saya: komodonya ngambek. Dan entah kenapa diikutin. Siap.
Buat video-nya, nanti di YouTube di-upload kok ;) disini gak bias karena ternyata ada limit size untuk video. Sorry :(
Yaa, oke dari situ, finally perjalanan air masih ditempuh lagi untuk bisa ke tujuan terakhir dan ter-wow untuk saya sendiri: Pulau Padar. Ini mungkin tujuan wisata di Labuan Bajo yang paling diincar turis dari seluruh belahan bumi (lebay amat yak?) setelah ngeliat komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Intinya, pulau ini menawarkan pemandangan yang bagus dari titik tertinggi di pulaunya. Dan perjalanan ke puncak gak sembarangan: terjal, berbatu, berpasir, dan untuk para pembaca, saya rekomendasikan untuk tidak memakai sepatu santai atau sepatu jalan-jalan, harus memakai sepatu gunung. Karena kesalahan saya saat kesana adalah, saya gak tau medannya dan itu licin banget untuk didaki, jadi sering hampir jatuh apalagi pas turun.
Tapi aku gak peduli sama jalan sih, karena saat sampe atas...
Singkat cerita aku dan keluarga balik lagi ke hotel untuk melanjutkan snorkeling di Pulau Kanawa besok harinya. Keesokan harinya, snorkeling-lah kita dan akhirnya saya tau kenapa ini jadi tempat snorkeling: ombaknya kecil, ketinggian airnya pas untuk melihat terumbu karang dan ikan-ikan syantique, dan terumbu karangnya mantep, bintang lautnya apalagi. Tapii sebenernya gak terlalu necessary untuk sewa pelampung kalau kalian udah...seengaknya bisa gaya katak, karena saat saya coba lepas, ternyata lebih ringan dan lebih bisa ngerekam dengan lebih leluasa. Gak usah takut sama ikan-ikannya karena mereka gak akan ngapa-ngapain kita (......). Just enjoy aja snorkeling-nya. Singkat cerita snorkeling sampe jam 12. Lalu sejam perjalanan laut lagi untuk sampe ke Labuan Bajo untuk melanjutkan perjalanan ke tempat yang namanya Gua Batu Cermin disana. No photos, and once again, sorry.
Jadi ceritanya gua ini gak bener-bener gua. Gua ini sebenernya adalah kumpulan terumbu karang yang terdampar di daratan dan yaa, jadilah gua (WHAT?!). Beneran kok. Jadi ceritanya dulu, air laut permukaannya sangat tinggi dan terdapatlah terumbu karang itu di bawahnya, lalu kemudian air tersebut surut seperti sekarang, dan terumbu karangnya masih di tempat. Dan yang disebut batu cermin disini adalah batu di dalamnya yang dapat memantulkan cahaya matahari saat posisi matahari benar-benar diatasnya. Kenapa harus benar-benar diatasnya? Karena batu cerminnya ada di dalam, dan diatasnya itulah terdapat yaa, semacam lubang kecil tempat masuknya sinar matahari. Pusing bacanya yaa? Sama saya juga. Pokoknya keren banget dehh. Sayangnya kami gak melihat batu cerminnya secara langsung karena satu dan lain alasan yang kalo diketikin disini lagi, bisa-bisa otak meledak.
Baliklah kami ke hotel. Dan keesokan harinya balik dahh ke Ende.Sepi lagi, perlahan suasana dan aura liburan menghilang, dan perlahan kembali lagi saya ke kesibukan dan jarak di antara orang tua mulai terasa kembali (orang tua bekerja di Ende, NTT, saya bersekolah di Bandung, Jawa Barat). Mulai harus adaptasi dulu ke Sekolah Mode dan move on dari liburan yang indah ini (Azek gak? Gak? Yaudah..). Sampai-sampai mau menyelesaikan blog di Ende, malah harus terhambat oleh ini dan itu dan saya selesaikan saja di Bandung. By the way, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah untuk yang sudah merayakan (karena saya tahu ini telat banget). Mohon maaf lahir dan batin atas semua kesalahan yang sudah saya lakukan terhadap pembaca, kalau tulisan saya ada yang membuat pembaca tersinggung atau kesal. Atau mungkin perbuatan dan kata-kata saya terhadap pembaca yang kurang berkenan. Selamat beraktivitas kembali.
Akhir kata, Wassalamual'aikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sabtu, 04 Maret 2017
My YouTube Channel!
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Now I've started uploading videos to my own YouTube channel, BOOM.
My purpose to upload those videos isn't to make my popularity raise, but I just want to share my thoughts and my cycling activity. Also, in this awesome 20 High School, I met some people who are great in editing videos. I learned a lot from them, and I started it. How to trim, how to add music, how to add transition, and many more..
They are all very motivating me to make my own edited videos. When I wrote this, I have more than 20 subscribers on my YouTube channel. Pretty cool for a startup YouTuber, right?
You can subscribe to my channel, VTG Indonesia. Or to this link: https://m.youtube.com/channel/UCLkVHDgXSCx4OwjHI8vETfQ
That's my short blog. Sorry for not typing for years, I am currently busy at everything. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.:)
Kamis, 01 September 2016
Sepeda Baru: Polygon Helios C5 (2016)
Oke, setelah satu minggu mikir-mikir buat beli road bike, saya sudah cek semua merknya, spesifikasinya, harganya, garansinya, dan masih banyak lagi, akhirnya pilihan saya jatuh kepada lightweight alloy frame endurance series dari Sidoarjo,Polygon Helios C5. Alasannya... pertama, harga terjangkau dibanding Helios C6 (Helios C6 Rp18,000,000.00 dan Helios C5 Rp12,000,000.00) dengan spesifikasi yang lebih di bagian groupset, yaitu 11 speed, sedangkan Helios C6 mentok di 10 speed. Kedua, aluminium yang dipakai untuk full bike nya memiliki berat total cuma 10 kilogram. Walaupun, masih kalah sih untuk soal bobot sama A6 punya temen saya, Rifqy Daffandi, seengaknya performa lebih kerasa waktu pakai sepeda ini. Ketiga, warna pas banget sama jersey Sidi saya (apaan coba :D), modelnya keren, bodynya bikin ketagihan untuk terus makai sepeda ini, bahkan walau pun cuma ke Alfamart depan Kompleks Setra Dago.
Dari segi spesifikasi, mungkin akan "sedikit" terlihat (dan terdengar) tidak istimewa, Frame Polygon Helios C5 ALX Lightweight Alloy. Yang agak istimewanya, kabel untuk akses ke Front Derailleur dan Rear Derailleur serta rem belakang masuk ke dalam frame, jadi ga kelihatan acak-acakan dan aerodynamic juga jadinya. Fork Polygon ACX Advanced Carbon, wheelsets Shimano RS01 Clincher, ban Schwalbe Lugano, groupset Shimano 105 2x11 speed, saddle Entity, headset FSA, dropbar Entity Expert, stem Entity.* Untuk pedal saya pakai Shimano 105, disandingkan dengan sepatu Shimano R010 road yang super duper nyaman dipakai. Speedometer, karena saya sudah belajar dari pengalaman, akhirnya dipilihlah CatEye Padrone, speedometer sepeda dengan ukuran terbesar di dunia (cenah mah).
Itu dari spesifikasi. Dari kenyamanan, ini udah nyaman dipakai untuk jarak jauh dan tanjakan. Lalu untuk kebut-kebutan, maksudnya untuk mengejar top speed dan average, bukan ngebut ugal-ugalan, udah responsif banget dan mantap walaupun lagi-lagi kalah dengan Helios A6 ke atas. Helios A adalah seri race performance, di desain untuk kompetisi atau balapan, sedangkan Helios C adalah seri endurance, di desain untuk ketahanan saat bersepeda berjam-jam.
Oke sekian kira-kira tulisan saya tentang sepeda baru. Di tunggu selalu post dari saya okay?;)
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
*spesifikasi mungkin akan berubah
Senin, 25 Juli 2016
Bike, Holiday, New School
![]() |
| Look at the sea, not my face-_- |
![]() |
| Cliff |
![]() |
| New Google Profile Pic, yeah! |
![]() |
| Total bike used: Four |
![]() |
| "Ayo maju" |
![]() |
| (Left-Right: Yayat, Me, Hadian, Seikei, Kemal, Dhiyaa, Ghina, and Muti) |
![]() |
| Tired, but when I reached top... |
![]() |
| Shadow of The Cyclist |
![]() |
| Water (and police guard) break |
Rabu, 13 April 2016
My Interests: Tech and Space
Yup, one of my interest is..technology! Saya mulai ngulik tentang gadget sejak
1. Sony, tahan air dengan sertifikasi IP68
2. Google Nexus, smartphone easy-to-use milik Google
3. Samsung, tak perlu disebutin lagi dah :v
4. Apple, bodi yang luar biasa kuat
5. Xiaomi, UI terbaik menurut saya
6. Vertu, perilis seri smartphone termewah dengan harga selangit
dan lain-lain.
Saya juga pada dasarnya gak tahu kenapa tiba-tiba
Lalu, saya suka science berteme outer space. Saya paling semangat dah kalo ada pelajaran IPA, babnya tentang luar angkasa. Langsung kabur tuh ngantuk :D. Kenapa saya suka luar angkasa? Karena ciptaan Tuhan yang satu ini adalah yang terbesar, dan paling menarik untuk diteliti dan diselidiki komposisinya. Uniknya, telah ada proyek membuat teleskop raksasa yang akan beroperasi tahun 2021, European Extremely Large Telescope (E-ELT).
Udah dulu yah reader, saya harus siap-siap buat US besok. Dahh;)
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jumat, 08 April 2016
Batman V Superman: Dawn Of Justice (Comments and Impressions)
Nah kali ini saya mau mengeluarkan (Mungkin) sedikit komentar, kesan, dan saran untuk Zack Snyder untuk film-film selanjutnya. Tapi sekarang kita bahas dulu yang baru aja booming dan jadi trending topic di Indonesia, Batman V Superman: Dawn Of Justice!
"If you loved Man of Steel, you'll love BvS" -Anthony Breznican
"Relax, Fans: 'Batman V Superman' Won't Flop, Despite Rumors" -Forbes
Yup, itu pendapat dari dua sumber berbeda tentang film ini. Hmmm, sebelumnya saya minta maaf untuk yang belum menonton acara ini, dikarenakan saya akan memberikan spoiler tentang film ini. Jadi, silahkan dilewati bagi yang tidak menginginkan spoiler.
Ready? In 3, 2, 1, begin!
Ending dari kisah Batman V Superman mungkin akan sedikit mengecewakan bagi para fanboy dan fangirl Superman. Dan kisah yang disajikan Zack Snyder, sebenarnya sudah bagus sekali, namun terlalu banyak bagian penting yang musti di-skip, dan langsung dijurus ke arah konflik Batman dan Superman.
Alasan keduanya berhenti bertarung dan akhirnya bergabung dengan Wonder Woman hanyalah karena kesamaaan nama ibu. Hebat, hebat...
Namun untuk semua aspek, pemilihan aktor dan aktris, special effect, adegan action yang menantang, musik, semuanya disajikan dengan sangat baik. Bahkan saya lebih suka rambut Henry Cavill seperti di BvS dibanding ketika bermain di film sebelumnya, Man Of Steel. Wkwkwk :v. Oh ya, sedikit tambahan, pemeran Lex Luthor, Jesse Eisenberg mampu mendalami karakternya dengan sangat baik. Lebih baik dibanding Kevin Spacey memainkan karakter yang sama untuk generasi sebelumnya tahun 2006.
Kesan saya, you're doing great, Zack. Thank you.
Pesan, tak perlu bagus-bagus lah, yang penting adalah bahwa baik Marvel maupun DC Comics sama-sama mampu menciptakan sebuah karya yang benar-benar karya.
Dan jangan lupa, untuk pembaca, jangan lupa untuk menyaksikan juga Captain America: Civil War akhir April ini;)
Sebenernya banyak sih yang mau saya bicarain lagi. Cuma besok saya harus mempersiapkan diri untuk US/UN beberapa waktu lagi. Doakan mudah-mudahan hasilnya baik dan sempurna. Aamiin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.





















